Penuh dengan duri hidup ku saat ini
Memang tak q mengerti kesedihan tak pernah berakhir
Tatapan mataku pada mereka yang bisa tertawa ria
Q membandingkan betapa mlangnya arah hidupku
Q mencoba tuk berdiri di atas duri dan menahan rasa sakit
Tapi duri itu tak kunjung patah,
Aku hidup bagaikan batu yang menunggu tetesan air hujan
Ketika hujan turun itulah kebahagiaan ku
Betapa malangnya arah hidupku
Hingga kini q tak berhenti bertanya
Mengapa ku hidup untuk dalam kesedihan di atas kebahagiaan
Harapan ku hanya harapanku tak mungkin terjadi
Utopis pada diriku tak kunjung pergi
Saat ini ku hanya membiarkan mereka tertawa
Membiarkan mereka tak mempedulikanku
Tapi apakah q bisa menahan jika mereka bahagia
Di atas penderitaanku.....
Inilah arah hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar